Tampilkan postingan dengan label 7.Diskusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 7.Diskusi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2011

Seandainya Saya Wartawan Tempo


kanalinformasi.com
Oleh: Bung Wiwit*
Mahasiswa identik dengan tulis menulis bukan diskusi. Satu kalimat pengantar yang disampaikan oleh bung Yaumil sebagai pengantar materi pada diskusi beberapa minggu lalu. Berbeda dengan diskusi sebelumnya, diskusi kali ini berjalan cukup serius tapi santai karena bukan membahas sejarah seperti biasa tapi hanya bertumpu pada sebuah buku yang berjudul “Seandainya Saya Wartawan TEMPO” dari Institut Studi Arus Informasi dan Yayasan Alumni TEMPO.
Seandainya anda seorang wartawan yang harus diperhatikan pertama adalah feature, begitu buku itu menjelaskan. “Dalam perjalanan pulang dan pergi anda sering melihat anak-anak mengamen di perempatan-perempatan jalan. Anda sudah ratusan kali melihat mereka dan tanpa peduli. Tapi tiba-tiba suatu pemandangan di dalam bus kota yang anda naiki, yang agak lain dari biasanya, menyebabkan anda mengambil notes. Mencatat. Tiga anak pengamen melompat kedalam bus, salah satunya cacat kedua tangan dan kakinya. Yang berseragam sekolah dasar membawa tas, bukan berisi buku, tapi rebana. Ketika rebana sudah dikalungkan di leher dan ditabuh, si cacat pun bernyanyi lagu dangdut. Anda sudah mulai melangkah untuk satu cerita feature.

Sabtu, 12 November 2011

Peran Pemuda Indonesia dalam Membangun Bangsa sejak Dahulu hingga Saat Ini


www.google.co.id
Oleh: Bung Ucup*
Dua puluh delapan Oktober 1928, merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia karena pada saat itu merupakan hari kelahiran bangsa Indonesia. Para pemuda negeri ini mengumandangkan ikrar suci bahwa kita semua satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Momen bersejarah yang telah digoreskan oleh para pemuda untuk bangsa kita. Tepat 83 tahun sudah berlalu, kami mencoba untuk mengenang sejarah peranan pemuda dalam membangun bangsa lewat sebuah diskusi rutin. Pada malam (28/10) itu, bung Ucup mulai mengantarkan wacana dengan menceritakan kembali tentang peranan, perjuangan serta pergerakan pemuda Indonesia. Pada tahun 1908 tepatnya tanggal 20 Mei, lahirlah Boedi Oetomo yang merupakan organisasi pemuda dengan ketuanya seorang pemuda bernama Dr. Soetomo.

Rabu, 26 Oktober 2011

Sejarah Perkapalan di Indonesia


nationalgeographic.co.id
Oleh: Bung Ucup*
Diskusi Rutin yang diadakan setiap hari Jum’at di pelataran kantin selalu menghadirkan suasana berbeda setiap minggunya, baik dari peserta diskusi yang selalu hadir wajah baru maupun dari tema diskusi yang selalu menarik untuk didiskusikan. Pada kesempatan diskusi Minggu lalu (14/10), bung Mahfud sebagai pengantar materi menghadirkan sekilas tentang sejarah perkapalan lebih khususnya di Indonesia. Seperti biasanya, setelah moderator membuka jalannya diskusi, bung Mahfud segera mengantarkan beberapa wacana yang berkaitan dengan sejarah perkapalan.

Sabtu, 08 Oktober 2011

REOG PONOROGO: Sebuah Bentuk Penyimbolan Melahirkan Kesenian Besar


sichengger.wordpress.com

Pada kesempatan diskusi minggu lalu (23/09), bung Imot sebagai pengantar materi menghadirkan sekilas sejarah Reog Ponorogo. Seperti diskusi -diskusi sebelumnya, diskusi malam itu pun berjalan sangat asyik, bung Imot menjelaskan tentang sejarah Reog Ponorogo yang katanya ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat, tapi malam itu hanya diceritakan dari tiga versi.
Pertama, Reog Ponorogo ada pertama kali pada masa kerajaan Majapahit dibawah kepemimpinan Bhre Kertabumi, raja terakhir kerajaan Majapahit yang berkuasa pada abad ke 15 M. bermula dari pemberontakan Ki Ageng Kutu – seorang abdi kerajaan waktu itu – terhadap raja Bhre Kertabumi yang mendapat pengaruh kuat dari rekannya yang berasal dari China dan sang raja yang korup. Sejak itu, Ki Ageng Kutu pergi meninggalkan kerajaan karena dia memperkirakan bahwa kekuasaan kerajaan majapahit akan segera berakhir. Kemudian mendirikan perguruan untuk anak-anak muda yang diharapkan menjadi bibit kebangkitan kerajaan Majapahit. Ki Ageng Kutu menyadari bahwa pasukannya terlalu sedikit untuk melakukan perlawanan, maka pesan politisnya ditunjukkan melalui pagelaran seni Reog.

Jumat, 23 September 2011

Sejarah Persepakbolaan Indonesia


lubang-kecil.blogspot.com
Oleh: Bung Rafli*
Pada kesempatan diskusi minggu lalu (16/9), Bung Ucup sebagai pengantar materi menghadirkan sekilas sejarah persepakbolaan Indonesia. Dengan raut muka serius dan gaya bertutur yang asyik, ia menyampaikan wawasannya kepada peserta diskusi:
“Belum ada literatur dan bukti sejarah yang kuat untuk menunjukkan asal mula olahraga sepakbola hadir di Indonesia. Hingga saat ini, ada dua dugaan kuat yang menunjukkan asal muasal olahraga tersebut. Pertama, sepak bola di Indonesia berawal saat para pedangang dari Tiongkok sekitar abad 7 M yang berlabuh di wilayah kerajaan Sriwijaya, dan mengenalkan permainan sepakbola. Kedua, sepak  bola dibawa masuk ke Indonesia oleh pedagang Belanda yang masuk ke wilayah nusantara sekitar abad 16 M.

Rabu, 07 September 2011

Sanctum; Gua Dari Segala Gua


Oleh: Bung Yaumil*
Sebuah film beraliran thriller yang berhasil menyajikan petualangan gua bawah tanah yang menghubung ke laut dengan spektakuler. Seperti yang dibuktikan Titanic (1997) dan Avatar (2009), tampilan audio visual yang begitu memukau memegang peranan yang sangat penting dalam setiap film yang melibatkan nama James Cameron (Produser Eksekutif) faktor yang tidak dapat disangkal menjadi titik penting penghasil aliran emosi di dalam jalan cerita film tersebut.
Malam semakin gegap gempita, peserta diskusi masih penasaran kisah apalagi yang akan dihadirkan dalam pemutaran film Sanctum, tak banyak peserta diskusi kebebasan berfikir yang hadir namun cukup untuk membedah sebuah film Hollywood dengan banyaknya memberi pesan-pesan yang luar biasa; kisah nyata yang mengharukan dan tak dapat sedikit pun ditebak jalan ceritanya.

Selasa, 02 Agustus 2011

Buku 'Indonesia Menggugat'


Oleh: Bung Frans*
Desember 1930, Bung Karno dan ketiga temannya (Gatot Mangkoepradja, Soeriadinata, dan Maskoen) sebagai pimpinan PNI ditangkap dan diadili sampai akhirnya dijatuhi hukuman 4 tahun penjara atas tuduhan menghasut rakyat untuk merobohkan pemerintahan Hindia Belanda dengan kekerasan. Pada kesempatan itulah Bung Karno membeberkan keburukan-keburukan dari penjajahan di Indonesia pada khususnya sejak jaman kompeni sampai pada tahun 1930, tentunya dengan gambaran buruknya kapitalisme dan imperialisme di Indonesia. “Indonesia Menggugat” adalah buku yang diangkat dari pidato pembelaan Bung Karno di muka Landraad (Pengadilan Hindia Belanda) Bandung 1930.

Jumat, 22 Juli 2011

Abraham Dimara; Pahlawan dari Papua

wikipedia.org
Oleh: Bung Imot*
Johanes Abraham Dimara, begitu nama lengkap dari Abraham Dimara. Lahir pada 16 April 1916 di Korem, Biak Utara, Provinsi Papua. Abraham Dimara menyelesaikan pendidikan dasarnya  pada tahun 1930 di Ambon. Kemudian beliau melanjutkan studinya ke sekolah pertanian di Laha. Pada 1935-1940, Dimara menempuh pendidikan sekolah injil. Ketika lulus, Dimara membaktikan dirinya sebagai guru Injil di Leksuka, Pulau Buru.
Kisah pergerakan Abraham Dimara dimulai pada 8 April 1946, Dimara melakukan pengibaran bendera Merah Putih dan melucuti pasukan polisi di Namela. Kemudian pada tahun 1951, Abraham Dimara menjadi ketua Organisasi Pembebasan Irian (OPI) dan direkrut menjadi anggota TNI dengan pangkat letnan dua.

Kamis, 16 Juni 2011

Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK)


Dipublikasikan juga di buletin Langkah Awal, Edisi 8 (13 – 26 Juni 2011) dan catatan akun FB: Langkah Awal-ITS
Oleh: Bung Henry*
NKK/BKK seolah menjadi pagar yang membatasi mahasiswa dari aktivitas politik. Setelah terjadinya peristiwa Malari, mahasiswa yang dianggap sebagai biang kerusuhan, digiring pemerintah—rezim Soeharto—untuk kembali ke kampus dan fokus pada bidang keilmuannya. Walaupun kejelasan dari peristiwa Malari sendiri masi kabur, pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Daud Yusuf solah telah memvonis mahasiswa dengan gerakannya sebagai pelaku kejahatan dengan memberikan sangsi melalui SK No.0156/U/1978 (Normalisasi Kehidupan Kampus) dan SK No.037/U/1979 (Badan Koordinasi Kemahasiswaan).
”Back To School”

Kamis, 09 Juni 2011

Sejarah dan Kiprah Militer

Dipublikasikan juga di buletin Langkah Awal, Edisi 7 (30 Mei – 12 Juni 2011) dan catatan akun FB: Langkah Awal-ITS
Oleh: Bung Donny*
Mendengar kata militer maka kita akan langsung terbayang sosok manusia-manusia gagah dan tangguh. Manusia-manusia pilihan dengan kemampuan bertahan hidup yang tinggi. Dan kata “perang” tampaknya tak bisa lepas dari militer. Militer memang mempunyai daya tarik tersendiri. Sehingga 13 Mei 2011 telah menjadi sejarah dalam hidup kami, malam yang panjang kami habiskan untuk membahas sekelumit tentang militer.

Senin, 06 Juni 2011

Peristiwa Malari (Malapetaka lima Belas Januari) 1974

Dipublikasikan juga di buletin Langkah Awal, Edisi 7 (30 Mei – 12 Juni 2011) dan catatan akun FB: Langkah Awal-ITS
Oleh: Bung Didin*
Salah satu catatan tentang sejarah kelam bangsa Indonesia terjadi pada tanggal 15 Januari 1974, dimana sebuah kerusuhan terjadi di ibu kota Jakarta yang sampai saat ini masih belum terungkap jelas siapa dalangnya. Peristiwa yang diduga perseturuan antara asisten pribadi Presiden, Ali Moertopo dengan Pangkomkamtib, Soemitro ini menyebabkan 11 orang meninggal, ratusan orang luka-luka dan ditangkap, terjadi banyak pengrusakan bangunan dan kendaraan serta 160 kg emas hilang.

Minggu, 15 Mei 2011

Timor Timur dan Gerakan Separatis

Oleh: Bung Samdy*
Timor Timur mungkin akan terus tercatat sebagai salah satu cerita kelam bangsa ini. Masih belum lekang dari ingatan provinsi ke-27 Indonesia itu lepas dari NKRI setelah jejak pendapat pada Agustus 1999 lalu. Tapi ada pepatah dalam bahasa Latin yang artinya kurang lebih “sejarah adalah guru kehidupan”. Timor Timur hendaknya menjadi pelajaran bagi bangsa kita agar kejadian yang sama tidak terulang lagi. Dalam rangka inilah diadakan diskusi pada 6 Mei lalu di mana Bung Donny bertindak sebagai pengantar wacana.

Selasa, 03 Mei 2011

Freedom Writers : Nilai Sebuah Kehidupan


Oleh: Bung Donny*
Sebuah film drama Amerika yang disutradarai Richard LaGravenese dan telah dirilis 5 januari 2007 lalu. Diangkat dari sebuah buku yang berdasarkan kisah nyata, “The Freedom Writers Diary”. Dengan tokoh utama Erin Gruwell yang diperankan oleh Hillary Swank. Mengisahkan bagaimana perjuangan seorang guru dalam mengajar murid-muridnya untuk menemukan “kebebasan”. Film yang dapat menjadi bahan renungan dan inspirasi.

Senin, 18 April 2011

Pendidikan Hanya Sebatas Uang


Oleh: Bung Imot*
Proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan adalah definisi pendidikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. Sangat besar sekali arti pendidikan bagi umat manusia yang di sini khususnya bangsa Indonesia.