Jumat, 22 Juli 2011

Mahasiswa: Antara Loyalitas dan Hoyalitas

pollsb.com
Oleh: Bung Aulia*
Waktu memasuki tengah malam, memori otak pun kembali memutar adegan di saat teman-teman seperjuangan berdiskusi membahas calon kader penerus himpunan. Dari hemat saya ada beberapa faktor yang menjadi patokan: adaptif, prestatif, leadership, solidaritas dan terakhir adalah loyalitas. Dan nilai "loyalitas"-lah yang saya soroti selama ini.
Sering saya mendengar, “menjadi mahasiswa itu pilihan” dari senior saya kurang lebih 2 tahun lalu.  Yang menjadi pertanyaan adalah: apakah setiap mahasiswa tugasnya adalah belajar saja, berorganisasi saja, berwirausaha atau lainnya saja. Bayangkan jika kita mengandaikan sekitar 10.000.000 mahasiswa di Indonesia hampir 75 persenya memilih salah satu dari ketiga jenis pilihan tersebut. Ke manakah nilai-nilai loyalitas kaum terdidik? Bahkan sebagian besar mahasiswa belum memahami sama sekali apa itu loyalitas pada kaum terdidik. Nah! Bagi saya loyalitas adalah sebuah sikap dimana rela dan sepenuh hati mengabdi terhadap sesuatu yang sudah diamanahkan—dalam bahasa kemahasiswaan sebagai kaum terdidik.
Selanjutnya, pola fikir yang terbentuk adalah: apakah ada kaitan loyalitas dengan pilihan hidup dalam kemahasiswaan? Jawaban saya, ada. Dapat kita mulai dari salah satu dari Tridarma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Tapi, apakah amanah tersebut telah dilakukan oleh 10.000.000 mahasiswa tersebut—jika benar masih ada “mahasiswa”—jikalau ada jumlahnya pun pasti tidak sampai 70 persen. Kenapa? Menurut saya, budaya mahasiswa saat ini telah tergerus, tentunya pengaruh dari peradaban luar melalui media. Banyak mahasiswa yang hanya bermotif materi. Apa pun yang dilakukan harus mendapat keuntungan sebanyak mungkin. Lalu bagaimana dengan “study oriented”? Ya, mereka asyik dengan dunianya sendiri, seperti mengidap penyakit autis.
Sebagai kasus, himpunan di kampus saya pernah memajukan salah satu program kerja kepada pihak jurusan. Isinya tentang pengabdian masyarakat. Lalu apa konsepnya diterima? Tentu saja diterima namun dengan syarat harus dapat menghasilkan keuntungan. Kebetulan saya berada di jurusan IT dan sang Ketua Jurusan dengan tendensiusnya mengajukan keinginan untuk membuat suatu website dan menjualnya kepada pemerintah/birokrasi setempat. Apakah itu sebuah pengabdian masyarakat yang jujur? Atau hanya menjadi sebuah proyek yang meraup keuntungan sepihak? Saya lupa, tentunya “tidak semuanya” yang dapat dijadikan proyek. Rezeki boleh dicari, tetapi bukan seperti itu jalannya.
Ilustrasi diatas dapat diambil hikmahnya, pengandaiannya: jika pimpinannya di atas saja mempunyai sifat seperti itu, pasti bawahannya ikut berjama’ah. Wallahualam...
Kembali ke permasalahan awal, apakah kelak generasi penerus himpunan saat ini akan mempunyai sifat loyalitas? Kita tidak akan pernah tahu. Namun dapat dilihat dari faktor tingkah lakunya, yang saya perhatikan adalah generasi tersebut hanya berkutat dengan kuliah saja. Ya, prinsip dasar kuliah adalah belajar, tapi apakah selamanya kalian atau kita akan menjadi kuli kertas atau kuli e-book?
Zaman NKK/BKK telah berlalu, di mana mahasiswa dilarang berbicara, berpendapat dan berkumpul.Tapi sekarang sepertinya zaman itu muncul kembali dengan nama NKK/BKK jilid II (seperti Cinta Fitri). Tidak secara langsung diumumkan tetapi mulai diterapkan. Entah apa yang terjadi jika "jilid II" itu benar-benar terjadi. Pemaknaan kritis, tanggap, peka, dan yang berbau sosial dan kemasyarakatan akan kembali menghilang. Tidak ada lagi aksi demo dan aksi masa untuk memberantas korupsi yang terjadi di mana-mana, budak-budak buku mulai beranak-pinak tanpa ada rasa sosial sedikit pun. 
Begitulah sedikit cerita buat adik-adik saya yang sekiranya membaca tulisan ini, apakah kalian yakin telah mempunyai rasa loyalitas? Penilaiannya ada pada diri kita masing-masing. Tidak ada yang berani menjamin nilai ke-loyalitas-an akan tetap lestari, selain diri anda sendiri sebagai mahasiswa.
*Aulia Ardy
Kepala Departemen Dalam Negeri
 
Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi 2010-2011
Institut teknologi Sepuluh November Surabaya
HMSI-BERAKSI!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi langsung menghapus komentar yang tidak mencantumkan nama penulis komentar (anonim)!